TUGAS
Ditulis
untuk memenuhi salah satu syarat penilaian dalam mata kuliah Etika dan Tanggung
Jawab Profesi , yang berjudul :
ALIRAN-ALIRAN
DALAM ETIKA DAN TANGGUNGJAWAB PROFESI
DOSEN PENGAMPU :
Hj. Ina Budhiarti
Supyan, S.H.,MKN.
DISUSUN
OLEH :
Anggi
Saepuloh 17.4301.067
SEKOLAH
TINGGI HUKUM BANDUNG
2019/2020
BAB I
A.
KEBAHAGIAAN
(HEDONISME)
Yang mejadi ukuran baik dan buruk menurut paham ini
adalah “apakah tingkah laku dan perbuatan tersebut melahirkan kebahagiaan dan
kenikmatan atau kelezatan.”
Timbul persoalan, apakah yang dimaksudkan dengan
kebahagiaan itu sifatnya individual atau universal?
·
Aliran Hedonisme Individualistis;
Aliran
ini melihat kebahagiaan yang dimaksudkan di sini adalah kebahagiaan yang
bersifat individualis (egoistic hedinosm) bahwa manusia itu hendaknya harus
selalu mencari kebahagiaan diri sepuas-puasnya dan mengorientasikan seluruh
sikap dan perilaku untuk mencapai kebahagiaan itu.
Andainya
seseorang bimbang untuk memastikan suatu pilihan dalam melakukan sesuatu
perbuatan, maka hendaklah ia dalam mengambil keputusan mendasarkannya kepada
“perbuatan manakah yang lebih menimbukan kenikmatan baginya.”
Aliran
ini berpendapat, jika suatu keputusan baik bagi pribadinya, maka disebutlah
baik dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya, maka
itulah yang buruk
a.
Contoh
Positif: jika saya meminum alkohol itu untuk penghangat tubuh
saja dan tidak sampai mabuk.
b.
Contoh
Negatif: jika saya meminum alkohol dengan tidak ada takaran
maka membuat kita mabuk dan berbuat kejahatan setelah meminum alkohol tersebut.
·
Kebahagiaan Rasional
Aliran
ini berpendapat bahwa kebahagiaan atau kelezatan individu itu haruslah
berdasarkan pertimbangkan akal sehat.
a.
Contoh
Positif: jika saya membunuh seseorang dengan menusuknya dengan
pisau tajam kearah bagian perut dan seseorang itu mati seketika, itu adalah
kebahagiaan untuk saya.
b.
Contoh
Negatif: dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dalam Pasal 338
tentang pembunuhan maka saya akan dikenakan sanksi pidana 15 tahun .
·
Kebahagiaan Universal
Menurut
orang yang menganut paham ini bahwa yang menjadi tolok ukur apakah sesuatu
perbuata itu baik dan buruk, adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu
melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk.
a.
Contoh
Positif: dalam suatu perkampungan gotong royong itu sudah hal
sangat lumrah atau biasa dilakukan oleh warga setempat contohnya di pedesaan
yakni untuk tali persaudaraan terjalin erat.
b.
Contoh
Negatif: dalam suatu kota gotong royong itu sudah bergeser akan
perkembangan zaman , sekarang semua orang sudah bergantung masing-masing tidak
membutuhkan kebersamaan cukup dengan membayar tukang lalu beres , maka tidak
ada jiwa sosialnya.
B.
BISIKAN
HATI (INTUISI)
Yang
disebut dengan bisikan hati (Intuisi) adalah kekuatan batin yang dapat
mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih
dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu.
Pada
dasarnya terlihat bahwa aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran hedonism
(menilai dasar aibat yang ditimbulkan perbuatan=kebahagiaan), dan yang menjadi
tujuan hidup manusia menurut aliran ini bukanlah kelezatan atau kenikmatan akan
tetapi keutamaan, keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai
“kebaikan budi pekerti.”
a.
Contoh
Positif: jika saya menemukan Tas di mall dengan itikad baik
saya akan mengembalikan kepada pemilik tas dan melihat identitas pemilik tas
tersebut atau memberikan kepada satpam atau petugas yang ada di mall untuk di
umum kan bahwa saya menemukan tas tergeletak di lantai mall.
b.
Contoh
Negatif: jika saya menemukan Tas di mall saya langsung
mengambilnya tas tersebut dengan mengambil semua yang ada didalam tas termasuk
juga dompet dan isi nya untuk menghilangkan jejak atau barang bukti tas
tersebut saya buang atau dijual.
C.
EVOLUSI
Paham
ini berpendapat bahwa segala sesuatunya yang ada di alam ini selalu (secara
berangsur-angsur) mengalami perubahan, yaitu berkembang menuju kea rah
kesempurnaan.
Yang
menjadi pokok utama cita-cita manusia adalah untuk meraih “kesenangan dan
kebahagiaan”, sedangkan kesenangan dan kebahagiaan itu akan selalu berkembang
sesuai dengan situasi dan kondisi sosial, dank arena itulah tidak ada standar
buku yang dapat dijadikan untuk menilai apakah sesuatu perbuatan itu baik dan
buruk, sebab kriteria kesenangan dan kebahagiaan itu pun akan berkembang
mengikuti perkembangan masyarakat.
Darwin
(1809-1882) seorang pakar yang pernah mengajukan teori evolusi ini, dalam
bukunya The Origin Of Species
mengemukakan ada beberapa patokan di dalam terjadinya suatu evolusi, yaitu:
1. Adanya
seleksi alam (selection of nature) yaitu alam selalu mengadakan penyeleksian
terhadap segala sesuatu yang berwujud, yaitu mana yang tetap bertahan (hidup)
dan mana yang akan musnah (mati).
2. Adanya
perjuangan hidup (streggle for life) yaitu merupakan usaha untuk memperjuangan
hidup, dan berupaya mengenyahkan segala tantangan yang menghadang.
3. Kekal
bagi yang lebih pantas (survival for the fittest).
a.
Contoh
Positif: pembuatan Tol soroja yang menyambungkan ke arah
Jakarta,Pasirkoja dan Padalarang itu sangatlah bermanfaat untuk masyarakat luas
termasuk negara,dan pembangunan infrastruktur nya sangat efesiensi dan
meningkat setiap tahunnya.
b.
Contoh
Negatif: untuk masyarakat setempat pembuatan Tol soroja itu
sangat memaksa untuk pembebasan lahan tol tersebut dan banyak dampak kerusakan
yang di sebabkan oleh pembangunan tol soroja tersebut contohnya untuk
pengambilan tanah di gunung pancir untuk pengurugan tanah tol soroja dan
menyebabkan kerusakan jalan terusan soreng cipatik menjadi rusak dan banyak
debu dan warga yang kena imbasnya.
D.
ALIRAN
POSITVISME
Aliran
ini menitikberatkan hal-hal yang positif terhadap etika mereka. Yang menjadi
tolok ukur adalah keadaan positif, yaitu sesuatu yang dapay diraba/dirasakan
oleh pancaindera.
Aliran
ini memandang agama adalah relative, sebab apa yang menjadi tujuan beragama
tersebut tidak dapat dirasakan lansung oleh pancaindera manusia.
August
Comte (1798-1875) adalah tokoh penting aliran ini, beliau berupaya keras untuk
menemukan persesuaian antara kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat,
yang diistilahkannya dengan “antara egoism dan altruistis”.
Dapat
dikemukakan bahwa yang menjadi ukuran baik buruknya sesuatu adalah “ada
tidaknya persesuaian kepentingan individu dengan kepentingan masyarakat,”
andainya ada persesuaian maka di pandanglah ia baik, dan apabila tidak ada persesuaian
maka dipandanglah ia buruk.
a.
Contoh
Positif: di dalam agama islam petunjuk penganut umat islam
yakni Al-Qur’an yakni yang sudah tertulis dalam lembaran lembaran suci yang
dapat dilihat,diraba dan dirasakan kebaikannya.
b.
Contoh
Negatif: dalam agama islam yaitu yang diwajibkan yakni sholat 5
waktu karena jika sholat mendapatkan pahala dari allah swt dan pahala itu tidak
dapat dilihat,diraba dan dirasakan .
----SEMOGA BERMANFAAT--